Selasa, 14 Juni 2022

Sahabat Masjid, Sahabat Takmir

Hai Sobat MasJo!

Kembali lagi di blog yang suka banget bahas seputar masjid-masjid yang ada di Jogja, dengan siapa lagi kalau bukan MasJo!

Di antara sobat MasJo ini adakah yang pernah jadi remaja masjid?


Mirip seperti Remaja Masjid, Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memiliki "partnner" yang disebut dengan Istilah Sahabat Masjid. Penasaran siapa mereka? Stay reading until the end ya.

Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga memiliki struktural, diantaranya adalah pembina, pengelola dan Takmir. Dalam memakmurkan masjid, Takmir UIN Sunan Kalijaga merasa cukup berat dalam melaksanakan tugasnya, maka terlahirlah Sahabat Masjid atau biasa disingkat SM untuk ikut serta dalam operasional masjid UIN Sunann Kalijaga.

"Kalo bahasa sederhana saya ya, takmir melaksanakan fungsi dari pengelola, sedangkan SM itu melaksanakan fungsi dari takmir. Tetapi SM itu kan sifatnya hanya membantu ya, kalau takmir itu mangikat," kata Mas Anwari selaku Ketua Takmir Masjid Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga periode sekarang.

Sahabat Masjid pertamakali dibentuk pada tahun 2015 sebagai orang-orang yang berkumpul dibawah program takmir. Kemudian di tahun 2022 memisahkan diri menjadi semi otomnom karena masih bergantung dengan takmir walau memiliki program sendiri. 

(Dokumentasi foto bersama setelah rapat persiapan pemisahan SM menjadi semi otonom)

Jadi gitu, Sobat MasJo. Mungkin yang kemarin sempet mampir di Maskam UIN saat Ramadhan dan bertemu dengan para panitia, maka bisa dipastikan itu adalah para Takmir dan Sahabat Masjid. Nah, siapa nih diantara Sahabat MasJo yang mau ikut gabung jadi bagian dari Sahabat Masjid?

Perekrutan Sahabat Masjid sendiri dilakukan satu kali satu tahun pada saat menjelang Ramadahan, tepat dilaksanakan Event Besar "Ramadhan bil Jamiah". Kemudian untuk menjadi bagian dari Sahabat Masjid ada persyarakatn-persyaratan tertentu yang harus dilakukan oleh calon anggota, Namun syarat mutlaknya adalah menjadi bagian dari mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Persyaratan ini bisa jadi kondisional sesuai kondisi perekrutan. Salah satu acara yang wajib calon anggota Sahabat Masjid ikuti adalah PKM atau Pelatihan Kaderisasi Masjid.

Pada periode 2021/2022 ini SM diketuai oleh Irham Imran, dan Wakil ketua yakni Ghenie Alan. Adapun Sekretaris 1 yakni Dela dan sekretaris 2 adalah Diah. Sedangkan Bendahara 1 yakni Azmi dan bendahara 2 yakni Ida.

Sahabat MasJo juga perlu tahu, bahwa di dalam Sahabat Masjid terdapat beberapa divisi, diantaranya sebagai berikut.

a. Hubungan Masyarkat. Pada divisi ini dikoordinasikan oleh Nur Intan Afrianti, dengan anggotanya terdiri dari Listtyorini, Bella Yunitasari, Ronal Eka Zulfa, Awis Qorni, dan Azmi.

b. Pengabdian Masyarakat. Divisi ini dikoordinasikan oleh Shofwatul Insani, dengan beranggotakan Miftakhul Ulumiyah, Lulu’Isrohatul Jannah, Inayatul Fajriyah, dan Yasmin Karima.

c. Dana dan Usaha. Divisi ini dikoordinasikan oleh Iid Fitria Hopipah dengan beranggotakan Misfalah, Dwi Rahayu Setianingsih, Yudis Setiawan, dan Ahdika.

d. Pengebangan Sumber Daya Anggota. Divisi ini dikoordinasikan oleh Dinda Duha Chairunnisa dengan anggota yang terdiri dari Primasari Zahra HZ, Roslan Favorita Siregar, dan Winda Tia Lestari.

Nah, ternyata cukup banyak ya Sahabat Masjid yang ada dibalik operasional Maskam UIN ini. Adapun kegiatan yang mereka lalukan cukup banyak. Diantaranya adalah Bersih-bersih Masjid (BBM), branding di sosial media, olahraga atau biasa disebut sahabat Sport, dan membantu berbagai kegiatan takmir seperti event besar Ramadhan bil Jamiah.

Wah, terlihat seru ya. MasJo jari pengen ikutan main deh. Siapa nih dari sobat MasJo yang mau ajak MasJo main. Bagi yang punya info menarik terkait organisasi keislaman di Jogja boleh berkabar yaa.

Sekian dari MasJo, semoga info ini bermanfaat buat Sobat MasJo sekalian.

See You...


(penulis tengah mewawancarai Mas Anwari, Ketua Takmir Masjid Laboratoorium Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)





Ditulis oleh Nur Intan Afrianti


 


Takmir Masjid Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Hai Sobat Masjo!

Masjo kali ini bakal cerita tentang Takmir Masjid UIN Sunan Kalijaga, nih. Itu lho, mas-mas yang azan di masjid, biasanya suka negur jamaah yang masih ngobrol padahal sebentar lagi udah mau iqamah. Hayo, jangan-jangan salah satu Sobat Masjo pernah diitegur sama Takmir Masjid UIN, nih. 

Skuy kita bahas!

Berangkat dari definisi umum, Mas Anwari selaku Ketua Takmir Masjid Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga mengatakau kalau kata takmir berasal dari kata amaaro-yuammiru-takmiro yang berarti memakmurkan. Takmir sendiri secara harfiah berarti memakmurkan masjid. Beliau juga mengatakan bahwa memakmurkan masjid secara sederhana itu lewat jama'ah. 

Didalam struktur masjid terdapat pembina, pengelola, dan takmir. Seorang pembina bertugas untuk mengarahkan sekaligus pemilik program kerja. Namun pengelola selain bertugas mengarahkan dan sebagai berkonsultasi tetapi juga memiliki wewenang untuk turun tangan perihal program kerja takmir. Sedangkan takmir sendiri adalah pengurus harian di Masjid UIN Sunan Kalijaga.

(Foto di dinding kantor sekretariatan Takmir: lanan foto takmir angkatan awal dan kiri adalah para pengelola)

"Ibaratnya kita hanya staff, gitu. Kita hanya pekerja yang melaksanakan program-program dari pengelola," kata Mas Anwari.

Sobat Masjo, ada yang penasaran nggak nih sama siapa aja takmir di Maskam UIN Sunan Kalijaga? 

Ahmad Ubaidillah Ma'sum Al Anwari, Ahmad Ali Suryadarma, Hocky Ade Syahputra, Saiful Afandi, Muhammad Miseac Agnarama, Fiqri Wahyu Whidan, Ahmad Bisyri Abdullah, dan Teguh Bashori.

Untuk menjadi bagian dari takmir tentu ada berbagai macam tahapan yang harus dilalui. Terdapat seleksi berkas, dan interview yang dilakukan oleh para dosen yang menjadi bagian dari pengelola Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga.

Mas anwari dalam wawancara juga berbagi cerita tentang proses pemilihan takmir periode ini. Beliau mengatakan bahwa, "...kebutuhan kita waktu itu adalah bidang ibadah sehingga suara yang nomor satu, ya. Kemudian multimedia. Dan itu lumayan tepat sasaran, cuma yang menjadi kendala adalah kita nggak tahu kalau aktivitas mereka padat." 

Sobat Masjo, menjadi takmir ternyata tidak semudah yang dibayangkan karena mereka memiliki tanggung jawab pada kemakmuran jamaah. Mas Anwari mengatakan, "Jamaah itu adalah ruh dari takmir." Beliau berpandangan bahwa sebelum memfokuskan diri pada program kerja, maka jamaah harus ditata dulu. 

Nah, itu beberapa serba serbi terkait Takmir Masjid Laboratorium Agama Masjid UIN Sunana Kalijaga. Ada yang berminat buat mendaftar diperiode selanjutnya?

Oh iya, ada informasi yang nggak kalah penting nih dari Masjo, nih. Bagi Sobat Masjo yang mau menghubungi takmir, bisa dilihat melalui akun instagram @masjid.uinsk. Bisa DM langsung ke akun tersebut, atau bisa pula menghubungi pada akun yang tertera. Takmir sangat terbuka apabila ada sesuatu yang ingin disampaikan. 

Bagi Sobat Masjo yang mau mengirimkan surat perizinan masjid juga bisa melalui kontak di sana, yaa. Mana tahu dari Sobat Masjo  ada yang mau ngadain pernikahan di masjid UIN, eaa...

Untuk alternatif lain, Sobat Masjo  juga bisa datang langsung di sekretariat takmir yang ada di depan Masjid atau belakang pos satpam. Pelayan yang diberikan oleh takmir yakni dari Senin sampai Jum'at pada pukul depan pagi sampai jam tiga sore.

Fyuh, cukup itu aja informasi dari Masjo erkait dunia mas-mas takmir. Stay jaga iman dan jaga kesehatan, Masjo bakal kembali lagi dengan membahas hal lain yang nggak kalah bikin kamu penasaran terkait dunia permasjidan di Jogja.

Terimakasih, barakallahufik.. 

 

(Wawancara  penulis bersama narasumber)

Ditulis oleh Nur Intan Afrianti

Hai pemuda yang hatinya terpaut di masjid! Boleh nih nge-BBM bareng di Maskam UIN!

 Hai Sobat Masjo!

Kali ini Masjo bawa kabar gembira nih buat Sobat Masjo sekalian yang suka betah kalo ada di masjid. Mungkin karena lantai masjid adem kek muka doi ya, wkwk.

Bercanda, Sobat. Pastinya betah karena hatinya udah terpaut di masjid, ya. Rasulullah pernah bersabda:

"Tujuh golongan manusia yang akan menaungi mereka di bawah naungannya ketika tidak ada naungan kecuali naungannya. Pertama, pemimpin yang adil. Kedua, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah. Ketiga, seseorang yang hatinya terpaut di masjid. Keempat, dua orang yang saling mencintai karena Allah..." (HR Bukhari).

Keren banget masya Allah, yang belum merasa hatinya terpaut ke masjid ayok kita mulai membiasakan diri untuk berkontribusi pada masjid. Dan bagi yang udah, keep istiqamah yaa. 

Kabar gembira selanjutnya, Sobat Masjo boleh nih gabung nge-BBM di Maskam UIN Suka (Sunan Kalijaga). Wait, ada beberapa istilah yang mungkin Sobat Masjo belum paham di sini, ya. 

Mas Alan selaku wakil ketua Sahabat Masjid periode sekarang bilang kalau BBM merupakan singkatan dari Bersih Bersih Masjid. BBM adalah salah satu program yang diselenggarakan oleh Sahabat Masjid di Maskam UIN Suka. Sedangkan Maskam itu istilah umum singkatan dari masjid kampus ya.


(Beberapa takmir dan SM melakukan BBM di taman Maskam)

Mas Alan juga memaparkan kalau BBM sendiri bukan hanya kegiatan yang dilakukan oleh Sahabat Masjid, tetapi juga Takmir Masjid UIN Suka. Namun beliau juga mempersilahkan bagi siapa saja yang ingin ikut serta di kegiatan ini sangat diperbolehkan. Bukan hanya mendapat pertemanan yang lillah, tapi tentu juga dapat pahala. Sobat Masjo, setelah BBM selesai, biasanya ada deeptalk juga lho, mana ada gorengan pula dari mas-mas takmir. Yey.

BBM dilakukan setiap hari Ahad pagi pukul 06.30 WIB. Walau sempat tidak dilaksanakan selama pandemi, tapi sekarang program ini sudah berjalan seperti semula. Namun karena sebagian masih ada yang belum di jogja, peserta BBM tidak begitu ramai sebeperti biasanya.

Mas Alan juga mengatakan terkait bagian-bagian yang diberishkan selama BBM, "ada tiga bagian ya. Yang pertama taman dekat masjid yang ada pohon besar dan tempat duduk kayu di situ, dibersihkan. Terus yang kedua halaman depan yang ada tulisan Laboratorium Agama, itu dibersihkan juga. Dan yang ketiga itu halaman bagian dalam yang ada pohonnya, itu dibersihkan."

Wah, cukup luas juga ya, Sobat. 

Sobat Masjo, berbicara tentang kebersihan masjid, biasanya terdapat fasilitas-fasilitas dari masjid yang memiliki kendala di kebersihannya seperti fasilitas mukena, kamar mandi dan tempat wudhu. Masjo sudah siapkan jawaban dari Mas Alan tentanghal ini.

Kebersihan dan kerapian mukena bukan merupakan bagian dari program BBM. Namun, ada kalanya membersihkan dan merapikan mukena menjadi bagian BBM saat peserta BBM yang hadir cukup banyak. Apabila Sobat Masjo yang ciwi-ciwi ada keperluan terkait mukena Maskam UIN boleh hubungi takmir atau Sahabat Masjid

(Merapikan Mukena terkadang juga dilakukan oleh anggota SM)

Begitu juga dengan kamar mandi dan tempat wudhu. Fasilitas ini tidak dimasukkan dalam tempat yang harus dibersihkan saat BBM, tetapi kondisional saat peserta BBM cukup banyak. Jadi apabila Sobat Masjo ada masukan, kritik ataupun saran bisa disampaikan karena takmir dan Sahabat Masjid siap untuk menyelesaikan permasalahan kebersihan Masjid.

Gimana, Sobat Masjo? Siap buat ikut serta BBM bareng Sahabat Masjid dan mas-mas takmir (boyband syariah wkwk)? 

Sekian bahasan BBM dari Masjo kali ini. Sampai jumpa di bahasan selanjutnya, yaa.

(Foto Penulis bersama narasumber)


Ditulis oleh  Nur Intan Afrianti


 

Minggu, 12 Juni 2022

Eksistensi Ornamen Kalimantan di Masjid Quwwatul Islam Jogja yang Kejawen Banget

 

Masjid Quwwatul Islam Lantai 2

 

Halo, Sobat MasJo! Mau ke Masjid ada info masjid mewah nih! Bangunannya elegant, luas, tersedia lift, dekat Malioboro lagi. Paket plus-plus banget. Saat pertama kali melihat masjid ini, mungkin kalian akan terkagum-kagum dengan bangunannya. Satu penilaian dari seorang pengunjung saat ditanya, “Bagaimana kesan pertama kali kamu melihat masjid ini?”

Jawabannya adalah, “Jawa banget!”.

Tapi ternyata, jawaban itu tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah. Setelah mencari tahu lebih lanjut, arsitektur pada Masjid Quwwatul islam mengkolaborasikan dua nuansa dari Yogyakarta dan Kalimantan. Walaupun MasJo sendiri hanya merasakan nuansa Jawa, tapi eh tapi … lebih keren dari spekulasi itu.

Masjid Quwwatul Islam ini sangat erat kaitannya dengan masyarakat Banjar, Kalimantan. Hal ini bisa dilihat dari atap masjidnya yang seperti Masjid Sultan Suriansyah. Sedangkan kearifan lokal Jawa yang bisa dilihat adalah dari desain yang berbentuk gunungan wayang. Bentuk dari gunungan wayang bisa dilihat dari dinding pintu masuk, tembok dan jendelanya.

Gaya arsitektur yang sangat klasik dan bernuansa kearifan lokal menjadi daya tarik tersendiri, apalagi kesan tradisional dan mewah yang bercampur menjadi satu. Cat berwarna coklat dan keemasannya juga turut merepresentasikan, betapa banyaknya anggaran dana yang dikeluarkan untuk pembangunan masjid ini.

Omong-omong, coba MasJo jabarkan sedikit tentang pembagian ruangan di masjid ini ya. Di lantai dasar, ada ruangan yang dijadikan sebagai Taman Pendidikan Al-Quran saat sore hari. Naik tangga yang landai, ada ruangan yang digunakan untuk sholat. Tapi sebelum masuk ke dalam ruangan, desain dari teras lantai dua semacam basement, karena disediakan kursi untuk duduk. Jika melihat pemandangan dari atas sini, nampol! Keren abis!

Di dalam ruangan sholat yang berada di lantai dua, keadaan cahaya sangat remang-remang dan temaram. Sendu dan sepertinya sangat enak untuk tidur mengistirahatkan diri. Namun sayangnya, di tiang masjid sudah diberikan rambu-rambu, jika di dalam ruangan sholat tidak boleh digunakan untuk tempat tidur pengunjung.

Tidak hanya itu, mewah yang plus-plus dari masjid ini juga bisa dilihat dari lift dan tangga eskalator yang digunakan untuk menghubungkan dengan lantai tiga. Membayangkan uang yang dikeluarkannya rasanya ingin menggigit jari. Saat mata melihat kemegahan masjid ini, rasanya sangat dimanjakan.

Miniatur Masjid Quwwatul Islam

 

Gambar di atas merupakan replika atau miniatur dari Masjid Quwwatul Islam. Coba deh, Sobat MasJo lihat desainnya. Atapnya dan badan masjidnya memiliki dua karakter, tapi menyatu kan? Eits, masih ada lagi yang unik.

Ornamen Batik dan Gunungan Wayang pada Pintu Masjid


Gagang Pintu Masjid Berbentuk Keris

 

Nah, loh! Baru kali ini MasJo menemukan gagang pintu berbentuk keris, dan pertama kali sadar akan bentuk ini … MasJo histeris. Ternyata keris dijadikan gagang pintu jadi lucu ya. Dan jangan salah, ornamen batik yang menghiasi pintu kaca masjid juga menjadikan nuansa kearifan lokal Jawa jadi semakin kental. Sangat-sangat tradisional Jawa, namun secara hsistoris justru lekat dengan orang Banjar Kalimantan.

Gaya arsitektur Masjid Quwwatul Islam yang menunjukkan ornamen Jawa juga bisa dilihat dari desain gunungan wayang yang menghiasi tembok dan jendela masjid. Sobat MasJo bisa lihat pada foto-foto di bawah ini, nih!

Oranamen Masjid

Gunungan wayang yang dikelilingi oleh motif batik membuat satu kesatuan yang utuh. Jika Yogyakarta, tidak lepas dari warisan budaya yang berbentuk wayang dan eksistensinya yang terletak pada batik, yang sudah diproklamirkan menjadi warisan dunia ini. Semakin keren dan semakin teringat akan kekayaan Indonesia.

Buat Sobat MasJo yang ingin berkunjung, langsung datang saja dan nikmati kekhusyukan ibadah di Masjid Quwwatul Islam yang sangat mewah!


Foto Dokumentasi Miftakhul Ulumiyah


Ditulis oleh Miftakhul Ulumiyah

Mengulik Masjid UIN Sunan Kalijaga dalam Kacamata Sejarah dan Arsitektural


Foto kenampakkan Masjid UIN Sunan Kalijaga dari arah depan (sumber: dokumentasi pribadi penulis)

Assalamu’alaikum, Sobat Masjo!

Halo, apa kabs? Semoga Sobat Masjo semua senantiasa dalam keadaan sehat wal ‘afiat dan dalam lindungan Allah SWT.

Kali ini Masjo bawa topik yang seru banget untuk dibahas, khususnya buat kalian pecinta masjid, nih. Mungkin bagi yang pernah berkunjung ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kalian bakal langsung ngeuh karena informasi masjid yang bakal diulik pada artikel ini adalah salah satu bangunan kebanggaan anak-anak UIN Suka. Yup, Masjid UIN Sunan Kalijaga atau biasa disebut dengan Laboratorium Agama ini adalah masjid yang harus masuk wishlist untuk Sobat Masjo dikunjungi, lho.

Berbicara soal sejarah, Masjid UIN Sunan Kalijaga dibangun tepat setelah bencana gempa di Yogyakarta pada tahun 2006 terjadi. Pembangunan dilaksanakan dalam jangka waktu selama tiga tahun, terhitung dimulai pada sekitar tahun 2007 hingga 2010. Hingga akhirnya terbangunlah tempat ibadah sekaligus pusat perkembangan pendidikan dan berbagai wadah aktivitas milik UIN Sunan Kalijaga.

Lokasi dari masjid sendiri berada di titik sentral antara gedung-gedung fakultas dan infrastruktur kampus, ini diperuntukkan supaya Masjid UIN Sunan Kalijaga dapat dilihat dari berbagai sudut pandang dan menjadi titik bertemunya seluruh civitas akademika UIN Sunan Kalijaga. Hal ini dikarenakan selain untuk beribadah bersama, Masjid UIN Sunan Kalijaga juga menjadi pusat belajar bersama. Tidak hanya terjadi antara mahasiswa dengan mahasiswa, tetapi juga dosen dan karyawan dari seluruh fakultas dan jurusan yang ada di UIN Sunan Kalijaga. Disana mereka bisa saling berbagi ilmu dan pengalaman, sehingga menciptakan integrasi dan interkoneksi yang kuat dari berbagai bidang keilmuan, baik ilmu-ilmu umum maupun keagamaan. Sehingga lahirlah pusat dari segala ilmu dan aktivitas yang bermanfaat untuk diri sendiri dan sesama.

Nah, setelah membahas mengenai sejarah berdirinya Masjid UIN Sunan Kalijaga, Masjo bakal share ke kalian soal masjid ini dari segi arsitektur dan fasilitas apa saja yang ada di dalamnya. Mengutip dari informasi yang dibagikan kepada publik, arsitektur Masjid UIN Sunan Kalijaga memiliki makna dan filosofi tersendiri. Dari sisi arsitektural, Masjid UIN Sunan Kalijaga memiliki tiga distinctive values, yaitu Islamicity, locality, dan modernity.

Islamicity ini berkaitan dengan sisi keislamannya itu sendiri, yaitu Masjid UIN Sunan Kalijaga berada pada posisi menghadap kiblat, berbeda dengan bangunan masjid yang terdahulu, adapula tulisan-tulisan kaligrafi Arab dari berbagai jenis (naskhi, rik’I, kufi, tsulusi, diwani) yang mengandung pesan-pesan dari visi, misi dan tujuan UIN Sunan Kalijaga. Selain itu, masjid ini juga memiliki tiga poin arsitektural; selaras (tawazun), sederhana (basatah), dan teratur (murattabah).

Locality berkaitan dengan kebudayaan lokal yang coba diterapkan dalam perancangan arsitektur Masjid UIN Sunan Kalijaga, yakni budaya Jawa. Jika diperhatikan lebih mendalam, desain limasan yang digunakan masjid ini ternyata mencerminkan unsur-unsur budaya Jawa, yaitu kepribadian dan vitalitas. Selain itu, di belakang papan nama Masjid UIN Sunan Kalijaga tertulis ungkapan dari Sunan Kalijaga itu sendiri yang berbunyi, “Hanglaras Ilining Banyu; Ngeli Hananging Ora Keli”. Arti dari ungkapan tersebut ialah bahwa dalam mengarungi kehidupan, manusia sebaiknya menjalani hidup seperti air yang mengalir; manusia mengikuti air mengalir, tetapi manusia tidak boleh larut dan hanyut.

Modernity berkaitan dengan model kajian dan keilmuan yang diterapkan di lingkungan UIN Sunan Kalijaga itu sendiri, yakni integrasi dan interkoneksi antara keilmuan alam semesta dan keagamaan dengan tujuan untuk tetap menjaga kesadaran mengenai lingkungan alam semesta (ekologis), kebersamaan sosial (inklusif), dan nilai-nilai ekonomi.

“Menurut saya, kalo dari segi eksterior, sih, lebih minimalis. Nggak keliatan besar, tapi pas masuk dan ngeliat interiornya ternyata megah banget, besar, dan unik juga,” ungkap Salma, salah satu pengunjung Masjid UIN Sunan Kalijaga ketika Masjo wawancarai.

Masjo sendiri awalnya agak terkecoh dengan desain masjid yang Masjo kunjungi ini. Ketika kita masuk ke dalam masjid, banyak sekali kumpulan mahasiswa-mahasiswi UIN Sunan Kalijaga, baik itu sedang berdiskusi ataupun hanya duduk-duduk ngobrol di selasar. Suasananya yang adem dan luas, membuat pengunjung masjid jadi betah berlama-lama di masjid. Apalagi fasilitas yang tersedia di Masjid UIN Sunan Kalijaga juga tergolong lengkap, tidak hanya untuk pengunjung biasa tetapi juga bagi para pengunjung disabilitas. Ada Kantin Universitas, selasar, dekat dengan Convention Hall, ada juga air mancur yang memiliki sembilan titik semburan, ruang observatorium, dan tempat beribadah yang mampu menampung sekitar 4000 jamaah.

Masya Allah, hebat banget, kan?

Buat Sobat Masjo mau mengunjungi UIN Sunan Kalijaga, jangan lupa untuk mampir dan merasakan pengalaman beribadah di masjidnya, ya!

Semoga kita selalu dipertemukan dan ditempatkan di tempat yang diridhai Allah SWT.

Aamiin.

 

Ditulis oleh Ayuni Rizkiyah

New Face of Al-Azhar Mosque

 

Penampakan Masjid Baru Yayasan Al-Azhar dipotret oleh Penulis pada 11 Juni 2022

Halo sobat MasJo! Kalian udah pada tau belum sih kalau Yayasan Al-Azhar kini sedang masa finalisasi pembangunan Masjid yang megah banget, masjid ini akan dipergunakan oleh para pengurus dan para pelajar yang bersekolah TK IA, SD IA, SMP IA, dan SMA IA di Al-Azhar. Masjid ini beralamat di Jl. Padjajaran, Pogung Lor, Sinduadi, Kec. Mlati, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya berada didalam sekolah islam Al-Azhar itu sendiri. Masjid ini dibangun menjadi 3 lantai loh Sobat dengan menggunakan cat berwarna monokrom yakni perpaduan dari warna putih tulang, beige dan khaki membuat suasana dari masjid ini menjadi lebih asri dan tenang cocok banget buat sesekali mampir dan nyobain sholat di tempat semegah ini, masjid ini juga terlihat lebih ramah lingkungan dikarenakan desain eksteriornya tidak terlihat seperti masjid melainkan seperti rumah yang dapat membuat sobat-sobat MasJo nyaman deh buat beribadah disini, kali ini MasJo mau ngejelasin arsitektur dari Masjid Yayasan Al-Azhar ini ya Sobat..

Ternyata masjid ini sudah dibangun cukup lama loh sobat tetapi karena satu dan lain hal masjid ini baru bisa terselesaikan dan mulai digunakan pada tahun 2022. Meskipun sudah lama di nanti-nanti ternyata penantian itu tidak sia-sia masjidnya terlihat sangat megah dan nyaman.

“Masjid ini udah lama banget ditunggu buat dibangun tapi karena satu dan lain hal jadi pembangunan masjid ini harus terundur beberapa tahun. Dulu kami siswa-siswi kalau solat selalu di student center karena belum punya masjid dan kurang lebih ukurannya cuma 90 × 100 meter dan nampung siswa TK - SMA, jadinya harus gantian deh kalau mau solat. Tapi sekarang udah kebantu banget karena ukuran masjid yang luas dan 3 tingkat ngebuat ibadah jadi semakin fokus”. -ucap salah satu pengunjung yang merupakan Alumni dari SMA Al-Azhar

Adapun eksterior dari masjid ini sendiri memberikan suasana yang terbuka karena disetiap bagian temboknya dihadirkan jendela sebagai bentuk ventilasi dan dapat memberikan kesan luas pada ruangan, dari setiap lantainya dibangun lebih minimalis meskipun masjid ini belum sepenuhnya rampung tetapi sudah bisa digunakan untuk beribadah. Pada bagian depan masjid, terdapat dua bentuk kanopi bangunan yang menambah estetika dari masjid ini sendiri, dengan begitu para pengguna tidak kepanasan atau kehujanan ketika ingin memasuki masjid. Yang menjadi kelebihan dari masjid ini selain luas tetapi juga tidak telihat seperti masjid pada umunya dan lebih terlihat seperti bangunan rumah yang megah. Selain itu di sebelah kanan masjid terdapat tangga yang terlihat seperti empat diagonal lurus bersinggungan tidak seperti masjid pada umumnya yang biasa membuat satu diagonal saja. Adapun bentuk atap yang digunakan berbentuk seperti limas persegi dengan empat tumpuk seperti tangga sehingga memberikan kesan seperti kubah yang tidak meninggalkan unsur kejawaannya. Dibeberapa bagian luar masjid digunakan gipsun sebagai ventilasi udara dan juga dapat menjadi penambahan ornament dari masjid itu sendiri.

Sedangkan interior dari masjid ini terlihat lebih minimalis lagi tetapi tetap terlihat elegan loh sobat, dari mulai mirhabnya menggunakan lapisan kayu berserat dan mimbarnya juga terlihat lebih sederhana dengan bentuk kayu yang memberikan unsur kejawaan. Dikarenakan keminimalisan itu, beberapa pengunjung yakni para tenaga kerja dan pelajar lebih suka berlama-lama di Masjid ini untuk sekadar berleha-leha setelah penatnya mengajar dan belajar.

Nah kira-kira sobat MasJo tertarik tidak untuk mengunjungi masjid baru ini?

Ditulis oleh Syadathul Ummah

 

Yuk! Intip Keseruan Muslim Life Fair Yogyakarta

 

(Foto keseruan di acara Muslim Life Fair (diambil dari Jogja Keren)


Assalamualaikum sobat MasJo! Apa kabar nih? Pada sehat-sehat yaa, insyaAllah.

Kali ini MasJo akan berbagi cerita nih tentang salah satu event muslim terbesar di Indonesia, pasti sobat MasJo udah gak asing lagi kan dengan eksibisi Indonesia Muslim Life Fair? Yap, Indonesia Muslim Life Fair merupakan pameran produk muslim, community gathering dan kuliner halal, pameran yang diinisiasikan oleh lima events berkolaborasi dengan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 3 -5 Juni 2022 tepatnya di Jogja Expo Center atau yang biasa dikenal dengan JEC. Tapi sobat MasJo udah pada tau belum sih, kalau Muslim Life Fair ini juga pertama kalinya diselenggarakan di Yogyakarta loh, pameran ini dihadirkan sebagai bagian dari rangkaian event puncak menuju Indonesia Muslim Life Fest yang akan diselenggarakan pada 26-28 Agustus 2022 mendatang di Indonesia Conventional Exhibition BSD (ICE BSD).

Kira-kira menurut sobat MasJo kegiatan dari event ini apa aja sih dan seru gak yaa?  

Ternyata event Muslim Life Fair Yogyakarta ini diikuti oleh lebih dari 180 exhibitor dari bebagai daerah di Yogyakarta dan sekitarnya, disana terdapat banyak sekali rangkaian kegiatan dan pameran yang diselenggarakan secara islami, mulai dari kebutuhan produk halal seperti modest fashion, Islamic education, hobbies and communities, Islamic book, publisher, halal beauty  hingga Kuliner Halal Aman Sehat yang disingkat menjadi KHAS. Banyak banget kan sobat MasJo!.

Adapun produk-produk unggulan UMKM yang hadir pada event Muslim Life Fair ini seperti koleksi fashion Muslimah syar’i seperti jilbab, gamis, khimar hingga bergo dengan harga yang bervariatif dan relatif terjangkau, selain itu sejumlah stand kuliner makanan khas Jogja pun turut meramaikan acara ini, seperti Tengkleng Hohah, ayam geprek dan susu (preksu), Bakso Pa’Jero sampai kuliner ala timur tengah yang dapat memberikan sensasi pada lidah pengunjung yang memburu hidangan-hidangan yang disuguhkan disana.

“Dengan diselenggarakannya Muslim Life Fair ini, kami berharap pameran ini dapat menggairahkan pertumbuhan ekonomi di daerah setempat sekaligus mendorong pelaku UMKM produk halal agar dapat berdaya saing global. Setelah pandemic berakhir mudah-mudahan semakin membaik, waktunya UMKM tumbuh kembali dan merekrut karyawan lagi” ujar salah satu Direktur PT Lima Event Indonesia.

Eits.. gak cuma sampai disitu Sobat! Berbagaimacam workshop juga dihadirkan dan turut memeriahkan event tersebut dan yang gak kalah menarik adalah pemabahasan dari workshop tersebut dikarenakan isi pembahasannya merupakan ilmu mahal yang sulit didapatkan loh Sobat.. Yuk simak kegiatan dari event Muslim Life Fair Yogyakarta ini yang sudah MasJo rangkumkan untuk Sobat MasJo Tercinta, hehe.

Pada hari pertama, workshop yang dihadirkan menyampaikan ilmu parenting dalam hal ini tema yang dibawakan mengenai “10 pilar sukses mendidik anak” berdasarkan salah satu kitab karangan Syekh Prof. Dr. Abdurrazaq Bin Abdil Mushin Al-Badr, kemudian workshop “Patuh dari Hati, Bukan dari Takut”, Adapun event ini dirancang untuk kegiatan liburan keluarga (family time) dimana terdapat area kids corner untuk para orang tua yang membawa buah hati mereka, dan tidak kalah menariknya area kids corner ini menyuguhkan berbagai kegiatan positif untuk anak-anak, masih dihari pertama diadakannya kids activity seperti menghias buku kumpulan doa milik pribadi, playground area, reading or playing some educational toys hingga berlatih menulis huruf hijaiyah.  

Hari kedua tepatnya pada tanggal 4 Juni diadakan forum terbuka konsultasi  fiqih, keluarga dan muamalah sedangkan untuk para kaum remaja juga ada talkshow nya loh Sobat, yaitu tentang “kenapa jodohku tak kunjung datang?” cocok banget kan event ini untuk berbagai rentang usia dalam menangani berbagai permasalahnnya. Dan tidak lupa untuk anak-anak terdapat kids activity yakni melakukan DIY membuat celengan sendiri.

Last day, seperti biasa tetap ada workhop nya juga ya sobat, kali ini yang coba disuguhkan oleh Muslim Life Fair adalah tentang “hubungan sholat dengan keharmonisan keluarga” tentu dengan adanya talkshow seperti ini dapat membantu khalayak untuk lebih aware terhadap keharmonisan keluarga, puncak acara disini adalah adanya pembagian buku gratis sebanyak 1000 buah buku loh, banyak banget ya MasJo jadi mau dapat satu deh.. sedangkan untuk anak-anak diadakan story telling oleh Kak Erlan Iskandar dengab membawa tema “Iman kepada Allah”.

Nah… Setelah sobat MasJo membaca artikel ini dengan banyaknya keseruan yang dihadirkan dari acara Muslim Life Fair, kira-kira sobat MasJo tertarik gak nih untuk mengikuti puncak acara Indonesia Muslim Life Fest yang akan dilaksanakan pada 26-28 Agustus 2022 mendatang di Indonesia Conventional Exhibition BSD?

 

Ditulis oleh Syadathul Ummah

 

Program Rutin yang dilakukan di Masjid Nurul Huda Kecamatan Nglipar

Masjid Nurul Huda dibangun sejak tahun 1955 dengan luas tanah 221 m2, beralamatkan di dusun Nglipar Lor, Desa Nglipar, Kecamatan Gunungkidul...